Sabtu, 12 April 2014

Motivasi

Kerugian terbesar bukanlah saat mengalami kebangkrutan, melainkan saat Kita gagal belajar dari kebangkrutan tsb.

Orang2 yg gagal menciptakan sejarah besar adl orang2 yg meremehkan hal2 kecil.

Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.

Impian tidak akan menggerakan seseorang utk maju, alasan kuat dibalik impian itulah yg menggerakannya.



Dari contoh motivasi diatas, dapat kita peroleh defenisi dari motovasi.  Motivasi dapat kita defenisikan sebagai dorongan. Dorongan yang membuat kita menjadi lebih kuat dalam mencapai tujuan. Dorongan tersebut dapat berasal dari diri sendiri maupun orang lain. Motivasi sangat membantu seseorang saat ingin mencapai tujuannya. Apalagi bagi seorang yang sedang depresi.

Ada beberapa variabel dalam motivasi:
Motif atas kebutuhan dari pekerjaan (Motive)
Pengharapan atas lingkungan kerja (Expectation)
Kebutuhan atas imbalan (Insentive)

motif adalah faktor-faktor yang menyebabkan individu bertingkah laku atau bersikap tertentu. Jadi dicoba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti kebutuhan apa yang dicoba dipuaskan oleh seseorang? Apa yang menyebabkan mereka melakukan sesuatu pekerjaan atau aktivitas. Ini berarti bahwa setiap individu mempunyai kebutuhan yang ada di dalam dirinya (inner needs) yang menyebabkan mereka didorong, ditekan atau dimotivasi untuk memenuhinya. Kebutuhan tertentu yang mereka rasakan akan menentukan tindakan yang mereka lakukan.

Nah, penjelasan diatas merupakan sedikit gambaran tentang motivasi. Semoga tulisan diatas dapat bermanfaat.

Sifat-sifat Persepsi

Sebelum kita masuk ke sifat-sifat persepsi, mari kita mengerti dahulu apa itu persepsi.
Apa itu persepsi??
Persepsi dalam pengertian psikologi adalah proses pencarian informasi untuk dipahami. Alat untuk memperoleh informasi tersebut adalah penginderaan. Sebaliknya alat untuk memahaminya adalah kesadaran atau kognisi. Artinya, persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh penginderaan. Pengindraan adalah merupakan suatu proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat penerimaan yaitu alat indera. Namun proses tersebut tidak berhenti di situ saja, pada umumnya stimulus tersebut diteruskan oleh saraf otak sebagai pusat susunan saraf dan proses itu selanjutnya disebut sebagai proses persepsi. Jadi, persepsi dapat diartikan sebagai pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan.

Nah, sekarang kita masuk ke sifat-sifat persepsi. Persepsi itu mempunyai 3 sifat sebagai berikut :
  • Persepsi bersifat dugaan karena merupakan loncatan langsung pada kesimpulan, karena data yang kita peroleh mengenai objek lewat penginderaan tidak pernah utuh. 
  • Persepsi bersifat evaluatif karena mencakup unsur seleksi dan penilaian dalam merespon stimulasi. 
  • Persepsi bersifat kontekstual berarti konteks dalam mempersepsi stimulan sangat berpengaruh.
Saya rasa itu saja yang mau saya sampaikan pada postingan kali ini, semoga dapat bermanfaat.


Jumat, 11 April 2014

Konflik

Konflik

Okee, ditulisan kedua saya, saya ingin membahas tentang konflik.

Konflik dalam kehidupan sehari-hari, sering kita defenisikan dengan masalah. Dalam persepsi kita, konflik itu yaa masalah. Dalam setiap masalah harus kita cari solusinya, begitu juga konflik. Walaupun demikian, sebenarnya munurut saya konflik dan masalah itu berbeda. Masalah belum tentu harus dihadapkan pada pilihan, sementara konflik itu pasti kita dihadapkan pada pilihan.

Konflik dibagi atas 3: Approach - Approach, Approach - Avoidance, dan Avoidance - Avoidance.
Approach - Approach itu yakni konflik dimana kita dihadapkan pada 2 pilihan yang sama-sama positif. Nah, sebagai contohnya itu kita disuruh memilih, seandainya kita mendapatkan 2 buah beasiswa, sementara kita harus mengambil salah satu dari beasiswa tersebut. Nah, dalam kasus ini jelas kita dihadapkan pada 2 pilihan yang positif.
Appraoch - Avoidance itu adalah konflik dimana kita dihadapkan pada 2 pilihan, dimana ada positifnya dan ada negatifnya. Sebagai contohnya, misalnya kita seorang guru. Kita diberi pilihan menjadi kepala sekolah, tetapi di tempat terpencil atau tetap ditempat kerja asal tetapi tidak naik jabatan. Jelas bahwa dalam 2 pilihan tersebut, ada sisi positif dan sisi negatifnya.
Avoidance - Avoidance itu adalah konflik dimana pilihan yang kita hadapi itu sama-sama negatif. Ini jelas konflik yang setiap orang hindari. Contohnya kita membuat onar disekolah kita. Kita diberi pilihan oleh Kepala Sekolah, tetap tinggal disekolah itu tetapi kita tinggal kelas, atau kita dikeluarkan dari sekolah. Jelas keduanya merugikan kita.

Nah, demikian penjelasan saya tentang konflik. Semoga bermanfaat .
Salam Hangat Superstar!!